Melangkah
Saya punya Repelita yang dibuat akhir tahun lalu. Semacam apa yang mau saya kejar dalam lima tahun ke depan. Salah satunya adalah bekerja di luar negeri, and here I am at Kota Kinabalu, Sabah!
Entah sejak menjalani Ph.D di semester ke berapa, saya seperti buntu, entah mau ke mana, akan jadi apa, minatnya apa, seperti kehilangan gairah. Tapi Allah maha baik, saya selalu diberikan semangat dan kepercayaan untuk bisa menyelesaikan apa yang saya kerjakan dan mengejar hal-hal lain yang sudah saya cita-citakan sejak lama.
Saya pernah melamar kerja ke beberapa universitas swasta di Malaysia beberapa tahun lalu. Lamaran kerja itu saya kirim berulang dan tetap tidak ada jawaban sampai sekarang. Bahkan saya pernah memberikan CV kepada dua orang dosen yang saya kenal di tempat mereka bekerja, pun tidak berkabar :) Mungkin itu yang namanya belum rezeki, ya?
Sampai akhirnya saya mulai melamar-lamar lagi akhir tahun 2015 dan terus sembari menunggu jadwal sidang tesis Ph.D. Alhamdulillah satu panggilan wawancara hadir di depan mata. Satu kampus baru di bawah sebuah yayasan Negeri Sabah, tepatnya di Kota Kinabalu. Universiti College Sabah Foundation namanya, biasa disingkat menjadi UCSF. Beruntung waktu itu orang Professor yang mewawancarai saya sedang berada di Bangi, dan beliau memang dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang diperbantukan di UCSF. Dengan begitu, saya tidak perlu ongkos untuk melakukan wawancara. Ya, walaupun jaman sekarang sudah ada Skype juga, ya. Tapi saya bersyukur aja, Allah seperti memudahkan jalan saya ke sini.
Proses wawancara berjalan lancar, Alhamdulillah. Ketika ditanya 'why did you apply to this university? this is new, what do you expect from us?'. Saya lupa jawabannya apa. Tapi yang saya ingat, waktu saya tahu bahwa di UCSF ada Multicultural Studies, saya langsung tertarik untuk melamar dan melihat ini sebagai kesempatan saya untuk mengembangkan bidang keminatan saya dalam ilmu komunikasi antarabudaya. Entah gimana saya menyampaikannya waktu itu, tapi kira-kira begitulah. Saya yakin bahwa ini rezeki dari Allah setelah perjalanan panjang saya menyelesaikan studi. Sampai kemudian saya dapat e-mail dari bagian HRD yang memberikan surat tawaran (offer letter), barulah kegalauan dimulai.
Saya sempat berdiskusi dengan banyak orang, terutama keluarga. Banyak pro dan kontra. Semuanya masuk akal. Dari berbagai perspektif. Tapi kemudian hanya bisa berdoa setelah mencerna semua plus dan minus kalau mengambil pekerjaan ini. Akhirnya, Bismillah. Saya ambil.
Jadi, sekarang saya di sini. Di kota yang
jauh dari rumah. Memulai langkah baru. Belum tahu langkah ini akan membawa saya
ke mana. Tapi yang saya tahu adalah harapan itu selalu ada kalau kita terus
berdoa, berusaha dan tidak hilang kepercayaan.
Bismillah.
0 komentar