Wednesday, February 18, 2015

Maret sekian tahun

Maret.
Tujuh tahun yang lalu, mungkin pertama kali kita saling menyebutkan nama.
Aku lupa.

Maret.
Tujuh tahun yang lalu, mungkin pertama kali kita saling menatap mata.
Aku lupa.

Maret.
Tujuh tahun yang lalu, pertemuan pertama yang tidak pernah ada bekasnya.
Aku ingat.
Karena aku lupa semuanya.

Maret.
Tahun ini. Aku akan menunggumu di pintu kedatangan membawa senyum yang tak hingga jumlahnya dan selimut yang paling hangat sedunia; sayang.

Sampai ketemu secepatnya.

2 comments:

  1. Maret itu, aku menapaki kembali jalan lalu, karena melawan lupaku yang tak terhingga, hanya butiran senyawa yang menyeruak keatas angkasa, itulah sebuah rasa, rasa pada Maret yang lalu

    ReplyDelete